Musim Liga Inggris 2024/2025 telah resmi berakhir pada 28 Mei 2025 dengan sejumlah hasil yang mengejutkan dan cerita menarik di berbagai lini. Setelah lima tahun didominasi Manchester City, Liverpool akhirnya kembali mengangkat trofi juara Premier League. Namun, selain Liverpool, ada juga kisah dramatis di bagian bawah klasemen dan kejutan lain yang patut diperhatikan.
Liverpool: Gelar yang Dinanti

Liverpool menutup musim dengan gelar liga ke-20 mereka, kali ini di bawah pelatih baru Arne Slot. Pendekatan taktik yang lebih seimbang berhasil membawa mereka konsistensi yang dibutuhkan untuk mengatasi persaingan ketat dengan tim-tim besar lainnya.
Mohamed Salah sekali lagi menjadi sorotan utama. Dengan torehan 28 gol dan 18 assist, ia tidak hanya menjadi pencetak gol terbanyak, tetapi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris 2024/2025 oleh Asosiasi Penulis Sepak Bola (FWA). Keberhasilan Liverpool juga didukung oleh solidnya lini pertahanan yang menjadi salah satu yang terbaik musim ini.
Premier League: Tottenham Hotspur: Kontras Prestasi Eropa dan Domestik

Tottenham Hotspur mengalami musim yang sangat bertolak belakang. Mereka berhasil menjuarai Liga Europa dengan kemenangan dramatis 1-0 atas Manchester United di final, mengakhiri puasa gelar selama 41 tahun.
Namun, di sisi lain, performa mereka di liga domestik sangat buruk. Tottenham hanya mampu mengumpulkan 38 poin dan finis di posisi ke-17, yang membuat mereka nyaris terdegradasi. Ini menjadi rekor poin terendah klub selama era Premier League.
Masalah internal, seperti pergantian pelatih yang berulang dan ketidakstabilan skuat, menjadi penyebab utama anjloknya performa Tottenham di liga. Para pemain kunci gagal menemukan ritme yang konsisten, dan performa bertahan menjadi rapuh sepanjang musim.
Premier League: Crystal Palace: Kebangkitan yang Mengejutkan

Di tengah kisah Liverpool dan Tottenham, Crystal Palace menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Klub London ini finis di posisi ke-6 dan berhasil mengamankan tiket Liga Europa, sesuatu yang belum pernah mereka raih dalam lebih dari satu dekade.
Pelatih Patrick Vieira mendapat pujian atas filosofi permainan menyerang yang efektif. Crystal Palace mampu menyeimbangkan pertahanan solid dengan kreativitas di lini depan. Penampilan gemilang dari Wilfried Zaha dan gelandang muda Eberechi Eze menjadi faktor utama di balik keberhasilan mereka.
Premier League: Dampak dan Prospek Musim Depan
Dengan Liverpool kembali ke puncak, persaingan Liga Inggris diprediksi akan semakin sengit musim depan. Manchester City pasti akan berusaha keras merebut kembali tahta mereka. Chelsea dan Arsenal juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan.
Sementara itu, Tottenham harus melakukan evaluasi besar-besaran untuk menghindari krisis berkepanjangan. Kegagalan di liga menunjukkan perlunya perombakan skuat dan manajemen yang lebih stabil.
Crystal Palace harus bersiap mempertahankan performa positif mereka, meskipun tantangan di kompetisi Eropa akan lebih berat.
